Saat aku terjatuh, genggaman tanganmu membuat ku bangkit dan berdiri kembali.
Saat aku tersungkur, belaian lembutmu membuat aku pulih.
Saat aku menangis, sentuhan tanganmu di bahuku membuatku lega.
Teman, kemarin aku terjatuh, luka lama yang masih membekas terurai kembali.
Bukan pulih yang kurasa, justru semakin sakit.
Teman, dengarkan aku.
Saat luka lama pun terurai kembali, lagi-lagi saat aku hendak mendaki dan nyaris menggapai puncak.
Seseorang menyeretku untuk turun.
Teman, dalam seretannya aku menangis, pilu.
Dalam seretan nya aku bertanya, sehina apa diriku????
Mencapai puncak kerja keras ku pun aku masih di anggap tak layak!
Aku marah, hatiku terluka teman.
Bahkan aku melalui malam hanya berteman air mata.
Teman, cukup dengarkan saja aku.
Rasanya aku tak sanggup berdiri, mendongakkan kepalapun aku sakit!



Rumah Quran Darut Tarbiyyah.
Bukan rumah biasa,
atau sekedar asrama,
 Di rumah quran, semua ada.
 Pagi-pagi saja sudah ku dengar ramai quran di baca,
30 manusia dalam rumah quran DaTa,
Semua dating dari berbagai kota,
Sikap dan sifat yang berbeda,
Membuat hari-hari di sini penuh warna,
Tawa dan canda yang sering hadir dalam suasana,
Namun tak jarang, marah menerpa,
Dan di situlah ukhuwah di coba,
Jika malam tiba, maka rumah ini akan ramai tiada dua,
Muroja’ah, menghafal, belajar dan sebagainya,
Aku mulai merasa,
Tak ada lingkungan lain yang lebih baik dari nya,
Di sini ibadah tertata,
Ukhuwah terjaga,
Ya rabb, trimakasih telah membawaku pada nya,
Aku mencintai rumah quran dan seisinya ^^


Arti kata Bumerang dalam Wikipedia Bahasa Indonesia adalah senjata khas suku Aborigin di Australia yang jika di lempar maka akan kembali lagi. Kindness sendiri memiliki arti kebaikan. Jika Kindness adalah kebaikan, dan Boomerang adalah alat yang jika dilemparkan ia akan kembali lagi, maka kindness boomerang disini memiliki arti yang sangat dalam. Maksud nya tak lain adalah kebaikan-kebaikan yang jika dilakukan oleh seseorang, niscaya kebaikan-kebaikan tersebut akan kembali lagi kepada si pelaku kebaikan. Sebagaimana dalam Al Qur-an Allah telah menegaskan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri” (QS 17:7)
Setiap kita tentu sudah sangat sering berbuat baik, bahkan sampai tidak bisa terhitung lagi. Mulai dari kebaikan yang paling kecil, hingga kebaikan yang berefek besar untuk orang lain utama nya.
Sejatinya, berbuat baik tidak sebatas melakukan kebaikan, namun ada hal lain dibalik perbuatan itu sendiri. Lalu, apa hal lain yang ada dibalik perbuatan baik itu?.
Beberapa kali penulis merasakan, saat sedang berbuat baik kepada orang lain terutama orang yang tidak dikenal, seperti ada energi positif yang mengalir ke dalam hati, kemudian menyetrum pembuluh-pembuluh dalam tubuh, dan terekspresikan dengan senyuman indah dari wajah. Bukankah senyuman yang indah menandakan kebahagiaan didalam diri seseorang? Ini sangat sesuai dengan konsep hukum kekekalan energi, ada yang namanya energi positif dan energi negatif. Dan setiap energi yang kita keluarkan (baik itu energi positif atau negatif) ini tidak hilang, akan tetapi ia tersimpan dan pada kemudian hari akan kembali kepada kita.
Tidak ada kesedihan di balik kebaikan yang dilakukan dengan tulus, yang ada hanyalah kebahagiaan. Bukankah setiap kita mengharapkan kebahagiaan yang terus mengalir setiap detik nya?
Banyak peluang berbuat kebaikan disekitar kita yang kerap kali terlupa, bahkan terlantar alias terabaikan. Padahal, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Ibarat seperti sedang berinvestasi. Kita juga sering menganggap remeh suatu kebaikan, padahal disisi Allah sangat besar nilai nya. Tentu yang membuat suatu kebaikan itu bernilai besar adalah niat kita dalam berbuat baik, dan juga keikhlasan serta ketulusan mengharap ridho Nya. Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah sekali-kali kamu menganggap remeh kebaikan sekecil apapun, meski hanya sekedar memberikan senyuman kepada saudara mu” (HR. Muslim)
“Meski hanya memberikan senyuman”, subhanallah! Bukankah senyum adalah pekerjaan yang sangat mudah dilakukan? Bayi pun sudah bisa melakukannya. Tapi sayangnya senyum pun sering kali diabaikan. Padahal efek tersenyum bukan hanya berimbas kebaikan kepada orang lain, tapi juga kepada diri kita sendiri. Inilah salah satu contoh kebaikan kecil yang sering dilupakan.
Berbuat baik bukan pekerjaan para dewa, karena manusia biasa siapapun dia tentu bisa melakukannya. Berbuat baik tidak harus menunggu menjadi orang kaya, si miskin saja bisa ribuan kali berbuat baik sepanjang hidup nya.
Dari sinilah, kaula muda Generasi Kreatif ini mencoba berkreasi, tak sekedar menciptakan sensasi, tapi juga mencoba mengingatkan kembali akan arti kebaikan sejati.
Video KINDNESS BOOMERANG adalah hasil karya Generasi Kreatif, yang dengan video ini mereka berharap mampu menginspirasi masyarakat terutama para pemuda di negri ini. Video yang berdurasi 4 menit 15 detik ini juga berusaha memaparkan akan estafet kebaikan, yang pada akhirnya kebaikan tersebut kembali lagi kepada si pelaku kebaikan sebelum nya. Begitu simpel video ini, sehingga mudah dimengerti dan tentu menginspirasi.
Video yang bermanfaat ini dapat anda saksikan di :

~ Afifah Nusaibah (@fifah_afifah_)



Aku terdiam dalam duduk ku
DI tepi sebuah danau yang membiru
Mentari senja mulai menyapa ku
Hangat, sehangat senyuman sahabat ku

Udara sejuk menyapa
Seorang anak perempuan di ujung sana
Berteman sebuah pena
Mulai melukis segala isi hatinya

Perlahan ia melangkah
Menyusuri jalanan yang basah
Menatap satu demi satu tapak nya  melangkah
Dan yang ia dapati, hanya sepasang kaki
Yang saling melangkah menyaingi

Lagi ia mencari,
Mungkin ada sepasang kaki lain
Disisi kanan dan kiri
Terus ia mencari dan mencari

Namun matanya berbinar
Bukan binar cahaya
Melainkan airmata
Masih ia menatap
Dan hanya sepasang kaki yang melangkah
Tak ada pasang kaki kaki lain nya di sisinya

Dan butiran airmata pun tertumpah
Dari bola matanya yang syahdu
Terus ia melangkah
Meski sendiri, tanpa ada yang lain lagi di sisi...

Robbi, selalu iringi langkah ku ini...

~Masjid UI, 16 November 2013