Malam itu rintik hujan terus membasahi kota metropolitan ini. Angin malam yang berhembuspun sedikit menggigilkan telapak tangan. Namun serbuan air hujan tidak surutkan semangat kami. Wajah-wajah sumringah penuh semangat dan cita-cita besar untuk perubahan bangsa ini, wajah-wajah yang selalu menyinarkan sinar keceriaan,, dan akan tetap bersinarkan ketulusan dalam perjuangan ini, insya allah (aamiin).
Sekitar pukul 21.30, atau kurang lebih nya seperti itu, (karna kebetulan saat itu saya tidak melihat jam) Bis yang kami tumpangi mulai melaju menuju Wisma DPR RI Cikopo, Bogor. Seperti biasa, kami akan selalu memulai segala pekerjaan dengan bismillah dan doa. Agar apa yang akan kami kerjakan nanti tidak bernilai sia-sia. Sang ketua Garuda Keadilan Jakarta pun mulai ambil alih aba-aba, (dikira upacara kale -_-, ya intinya gitu dah) memandu kami berdoa, doa safar, doa agar Allah mudahkan segala urusan kami, juga doa keselamatan, *kemudian hening –berdoa-*. Di awal-awal perjalanan, masih terdengan candaan beberapa pengurus dan korda, Pak Sopir tetap khusyu’ mengemudikan Bus, tapi beberapa saat kemudian, hanya suara deru mesin mobil yang terdengar, beberapa dari kami sudah agak memejamkan matanya, ada juga yang menerawang keluar jendela kaca (mungkin dia penunjuk jalan) ada juga yang asyik menikmati alunan nasyid dari headset Hp nya, ada juga yang di sibukkan dengan mensyen-mensyen di twitter nya, *oopss, keceplosan, hehe* ada juga yang lagi kultwit tentang #cinta sob J … Lengkap deh!! Dan tentu nya ada juga yang perhatikan kalian,, (penulis) kalau tidak saya perhatikan, mana mungkin saya bisa membuat tulisan ini, oke setuju?? Lanjuut cerita….
Perjalanan yang singkat, 1jam kemudian kami sudah tiba di lokasi, cukup kaget dengan dingin nya udara di sana. Angin malam saat itu seolah olah menerobos masuk ke persendian kami, tapi tetap tak mampu kalahkan hangat nya ukhuwah yang baru beberapa saat terjalin… Kemudian kami di arahkan untuk segera menuju tempat peristirahatan, karna agenda besok pagi sudah menunggu kami.
Itulah malam pertama kebersamaan kami, mulai saling mengenal, saling bertanya asal, saling bercerita sekolah, saling bersenda gurau ringan, dan masih banyak lagi. Apa yang kami rasakan dalam hati, rasanya tidak mampu di gambarkan oleh apapun… sangat hangat ukhuwah yang terikat J
**
Dingin udara pagi fajar itu semakin menjadi, rasanya tetap bersembunyi di balik selimut tebal adalah hal yang menghangatkan. Tapi tidak juga demikian, kami bergegas bersiap siap menuju masjid, karna adzan shubuh sudah berkumandang. Masih gelap, namun rasanya sudah sangat terang dengan cahaya yang terpancar dari wajah-wajah kami J. Tapak kaki kami menuju masjid, seolah memecah hening nya jalanan yang basah…
Usai sholat, lanjut ma’tsurot, kemudian tilawah, yakin bahwa hari yang akan kami lalui berkah J.
Hangat nya suasana yang tercipta cukup mengalahkan dingin fajar hari itu, matahari pun mulai menyingsing, menambah kehangatan di bumi Allah ini. Dan Abang Tukang bubur ayam pun berlimpah rizkinya karna turut andil dalam melayani perut kami yang lapar…
**
Usai sudah kegiatan pribadi kami pagi ini. Melanjut ke agenda berikut nya, kami di arahkan untuk segera menuju aula, dimana kami akan mengadakan MUKERWIL GKJakarta.
Singkat cerita, MUKERWIL GKJakarta pun dimulai, Dari Bismillah, berlanjut tilawah, kemudian prakata dari Ketua Pelaksana. Subhanallah!! Kata-katanya seperti mengalir dari hatinya, cinta pada kami semata-mata karna kecintaan nya pada Allah dan dakwah ini. Dan memang seharusnya seperti itu, cinta pada apapun, harus dilandasi dengan cinta pada Sang Pemilik CInta… Tak kalah menyentuhnya, sambutan dari UMMI kami, (aduh, maaf saya lupa nama beliau L), yang semakin mengobarkan semangat juang kami, memberi arahan kebaikan untuk kami, agar kami semakin memperbaiki diri, juga memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah lalu, juga agar kami sadar bahwa betapa pentingnya peran kami dalam menuju target 1 besar di DKI Jakarta!! ALLAHUAKBAR!!! Lagi-lagi hati kami tersulutkan semangat nya. Jaziilan syukrii ummi J.
**
Melangkah ke acara selanjutnya, ah… saya bingung menceritakan nya… intinya, kami mulai agenda mukerwil kami. Mulai berdiskusi sesama Divisi. Korda-korda pun di beri pengarahan oleh DPH, apa itu Garuda Keadila Jakarta, dimana di bentuk, untuk apa di bentuk, mengapa di bentuk, kemana arah pergerakan nya, dan masih banyak lagi. Singkat cerita, ba’da dzuhur kami mulai mendiskusikan seabrek proker-proker yang sudah di godok secara matang oleh masing-masing Divisi sebelumnya. Agaknya, sidang pleno ini sangat menguras tenaga kami, selain harus berfikir yang terbaik keputusan apa yang akan di ambil, juga saling melontarkan argument-argument terbaiknya. Lapar, penat, ngantuk, semua kami lawan.. Perdebatan pun mulai mewarnai siding siang itu, tapi justru dalam perdebatan itulah kami mendapat pelajaran berharga, berani berargumentasi di hadapan majelis.  Kami di tuntut angkat bicara, karna tiap anggota memiliki hak suara, entah menyampaikan pendapat nya, atau memberi solusi dalam perdebatan-perdebatan pendapat di antara kami, atau juga sekedar melontarkan lelucon-lelucon kecil, agar suasana tetap hangat dan cair J…
Alhasil, siding pleno selesai saat matahari mulai condong ke timur, rintik gerimis pun kembali menyapa sore kami. Wajah-wajah yang tadi pagi sumringah itu, agak nya sudah sedikit memudar, mungkin karna kelelahan. Selang beberapa saat, beberapa dari kami mulai meninggalkan ruang siding guna istirahat dan sholat maghrib. Namun kami di kejutkan dengan keindahan senja saat itu, gerimis di tengah-tengah sinar matahari senja, menimbulkan pelangi indah di sudut sana, subhanallah!! Mungkinkah ini pertanda bahwa makhluk Allah yang lain di bumi ini pun ikut mensupport agenda kita hari ini?? Wallahu a’lam. Husnudzin saja J. Kami pun tidak ingin menyiakan momentum indah senja kali ini. Segera berpose, lalu mengabadikan nya di kamera Handphone kami.  (Narsis dikit lah, hehe).
**
Sekitar pukul 20.00 WIB (cerita di singkat lagi) kami sudah berkumpul kembali di aula, guna men sah kan proker-proker yang sudah kami bahas tuntas seharian tadi. Kali ini, suasana agak sunyi, mungkin sudah terlalu lelah dengan agenda siang tadi. Tapi tetap saja ada beberapa ulah dan ceplosan kecil yang memecah gelak tawa di antara kami. Lalu kami mulai berkonsentrasi pada hasil kesepakatan yang terpampang di layar (layar apa? Layar itu lah pokok nya -_-). Al hasil, selesai juga pengesahan priker mala mini, *ffiiuuuhh waktu nya menunaikan hak mata*  Alhamdulillah…
**
Ahad, 17 Maret 2013
(Singkat cerita => lagi-lagi dan lagi cerita saya singkat, hahhaha)
Jam 11, siang itu kami sudah mulai berkumpul lagi di aula, (saya gk cerita kegiatan di luar  aula ya?? Sory, udah pegel tangan nya :D). Bersiap-siap untuk acara penutupan. Namun sebelum acara di tutup, Ketua GKJ pun memberikan kesempatan pada kami untuk mengevaluasi kinerja kami di acara tersebut, meski banyak kritikan yang masuk, namun sebenar nya itu adalah bentuk support dari si pengkritik, yakin lah!! Usai evaluasi, kami di beri waktu untuk makan siang dan sholat dzuhur, di samping itu, para pengurus wilayah mengadakan evaluasi tertutup antara pengurus.
Sekitar jam 2 siang, penutupan pun akan segera di mulai, ah… agak nya ada rasa sedih yang terselip dalam hati, rasanya masih ingin bercengkrama dengan kalian… 2 hari sangat cukup untuk dapat menyayangi dan mencintai kalian, namun 2 hari sangat kurang untuk menikmati keindahan dan kehangatan ukhuwah bersama kalian. Banyak cerita, banyak tawa, banyak pelajaran, banyak kebaikan yang kita dapat dalam acara ini. Alhamdulillah… terutama mendapatkan sahabat-sahabat sehebat dan sehangat kalian lah yang wajib aku syukuri…
Ada dia yang selalu tersenyum, sehingga setiap orang yang memandang nya akan senantiasa berhusnudzon pada nya…
Ada dia yang sangat supel, ada dia yang friendly, ada dia yang sangat “merangkul”…
Ada dia yang sopan, Ada dia yang bijak, ada dia yang kocak, ada dia yang pendiam, ada dia yang tidak pernah angkat bicara dalam forum besar namun selalu bicara pada forum kecil nya sendiri, Ada dia yang pelupa dengan password di akun-akun pribadi nya, ada dia yang sering nerfess, ada dia yang selalu berargument dengat kalimat-kalimat intelek nya, dan tentu ada juga dia yang selalu menyimpulkan orang lain dari sisi pandang nya sendiri (Penulis :D) .
LENGKAP SEKALI!! :D
Inilah hebatnya kita, saling melengkapi, saling ingatkan saat yang lain lupa, saling membenarkan saat yang lain salah, saling membantu saat yang lain susah. Tak ada alas an untuk tidak mencintai kalian lillahita’ala!!!
**
Lalu acara di tutup, oleh Ketua Garuda Keadilan pusat. Gokil ya orang nya?? :D
Lalu chek out dari Lokasi, lalu back to Jakarta…
(Di paragraph terakhir, saya sudah kehabisan kata-kata yang sok puitis tapi agak gak logis ini, seperti nya memang kurang rapih tulisan saya ini, masih acak-acakan, masih butuh masukan kritikan dan saran)
Mohon maaf kepada teman-teman sekalian, jika dalam tulisan saya ada kata-kata yang menggores kenyamanan hati anda, tiada hal lain, ini hanyalah sedikit luapan perasaan bahagia saya dapat mengenal kalian, terlihat agak lebay ya? Mohon maaf, saya belum ahli dalam merangkai kata.
Semangat berkarya teman teman J
Salam Ukhuwah!!!
“Jalan sama-sama, bukan sama-sama jalan ya…”
Untuk Sahabat...

Bila Dia memnggil mu lebih dulu, mohonkan pada Nya apakah dapat membawa seorang sahabat...
Bila usia mu mencapai seratus tahun, Aku inin hidup seratus tahun kurang 1 hari...
Jadi aku tak akan merasa hidup tanpa mu...

Persahabatan sejati layak nya kesehatan,
Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangan nya...
Sahabat sejati akan tetap bersama kita, ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita...

Ayahku selalu berkata, Bila kamu memiliki banyak sahabat sejati,
maka kau akan memiliki kehidupan yang indah :)

*salam untuk sahabat2 baik ku ; Siti Murthosiah, Dian Utari, Lita Ayudha, Umi Malikhatun, Puspa Melati, Annisa Riskia Sari, Putri Lestanti, Isti Fatmasari, Aisyah Karimah, Nurfatati, Nusaibah, Karimah, Iis isti'anah, Gontorudin, Mumuh Muharrom, Aep Saepudin, Safiq Muhammad, Muhammad toha, Khoirul Anwar, dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku tuliskan satu persatu...
Aku berdoa agar kalian semua suksees dunia dan akhirat... aamiin ya mujiibas saailin :)
Ramadhan tiba, masjid-masjid pun ramai di datangi warga untuk melaksanakan sholat tarawh berjama'ah.
Seorang bapak tengah memparkirkan motornya di pelataran masjid. Beliau memang bukan kali ini saja datang ke masjid. Tiap kali adzan berkumandang, ia selalu menunaikan sholat fardhu di masjid ini.
Sudah sekian tahun lamanya beliau selalu menunaikan sholat fardhu di masjid jami' ini. Warga pun sudah hafal akan kebiasaan nya. Namun beliau bukan lah pengurus masjid. atau pun muadzin. Hanya warga biasa.
Ini bukanlah ramadhan pertama ia menunaikan sholat tarawih berjamaah di masjid jami' tersebut. Mungkin sudah hampir belasan tahun atau bahkan lebih. Tapi, sang bapak tarawih hanya mengambil 8 rekaat saja, lalu pulang dan witir ia lanjutkan di rumah, karna imam masjid selalu menunaikan sholat trawih sebanyak 21 rekaat.
Imam sholat di masjid ini jarang sekali berganti, bisa jadi dalam satu bulan ramadhan, imam sholat tarawih, subuh, dzhur bahkan ashar dan masjid selalu di imami dengan orang yang sama. Entah mengapa begitu aku juga tidak tahu. Beliau selalu memberi kultum setelah adzan isya' dan sebelum sholat isya' di mulai. Bahasan kultum nya pun lebih sering mengungkit tentang sholat berjamaah.
Dan tibalah malam itu...
Sang bapak yang seperti biasa menunaikan sholat berjama'ah di masjid telah tiba dan bersiap untuk sholat sunnah tahiyyaatul masjid.
Agak jauh sedikit dari tempat bapak tersebut sholat, sang imam sholat sudah bersiap untuk naik ke mimbar dan kultum. lalu ia mulai kultum nya dengan salam dan sholawat. Si bapak tengah berada di rekaat ke dua. Imam membahas tentang keutamaan sholat berjamaah di awal pembahasan. Ketika sang bapak telah salam dan mnyelesaikan sholat sunnah nya, masuk lah si imam ke pembahasan ke dua.
Dengan lantang dan tegas nya ia berucap. "Barang siapa tidak mengikuti imam sholat tarawih sampai selesai dan meninggalkan masjid sebelum habis 21 rekaat dan berdzikir, mka Allah tidak akan mencatat ibadahnya".
sang Bapak mendengar jelas sindiran imam terhadapnya, namun dengan santai ia tak menggubris si imam, toh Imam tersebut sedang kultum, jika ia maju lalu ia memukul wajah si Imam, mungkin suasana akan tambah ramai, namun tidak. Sang bapak tetap duduk mendengarkan sindiran demi sindiran dari kultum si Imam. Ada juga kata si Imam seperti ini , "Perbedaan itu jelek, Jahat.!"
Masya Allah, Sang Bapak hanya diam dan diam. tak lama kultum selesai, Imam pun mengambil posisi nya sebagai Imam untuk mengimami jama'ah sholat isya' dan tarawih. Setelah selesai tarawih rekaat ke 8, Sang Bapak dengan santai nya melangkah keluar karna memang Beliau mengikuti pendapat yang menshohihkan sholat tarawih 8 rokaat saja, lalu witir 3 rokaat.
Ada beberapa anak muda lain nya yang juga ikut keluar masjid karna merasa sudah selesai 8 rokaat saja.
Setiba di rumah, Sang Bapak menceritakan kronologi kejadian dd tadi kepada keluarga nya. lalu anak nya menanggapi, "Loh, perbedaan kan rahmat dari Allah,.. bukan jahat atau pun jelek. Udah bi, jangan sholat di sana lagi".
lalu anak yang lain menimpali, "jangan abi, jangan pindah masjid, ntar dia nya seneg. udah tetep aja sholat di situ,, gedeg gedeg dah tuh imam". seseorang yang di panggil Abi itu pun hanya tersenyum menanggapi celotehan anaknya.
Di hati anak nya yg lain berujar, besok,, aku jadiin cerpen deh kisah Abi malam ini.
*26-07-2012


Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini. Nyaris saja kupilih menu ‘shut down’ setelah sebelumnya menutup semua jendela di layar komputer, tiba-tiba muncul alert yahoo masuknya email baru. “You have 1 new message(s)...”. Seperti biasanya, aku selalu tersenyum setiap kali alert itu muncul, karena sudah bisa diduga, email itu datang dari orang-orang, sahabat, saudara, kerabat, intinya, aku selalu senang menunggu kabar melalui email dari mereka. Tapi yang ini ... Ooopss ... ini pasti main-main ... disitu tertulis “From: Muhammad Rasul Allah”
Walaupun sudah seringkali menerima junkmail atau beraneka spam, namun kali ini aku tidak menganggapnya sebagai email sampah atau orang sedang main-main denganku. Maklum, meski selama ini sering sekali teman-teman yang ‘ngerjain’, tapi kali ini, sekonyol-konyolnya teman-teman sudah pasti tidak ada yang berani mengatasnamakan Rasulullah Saw. Maka dengan hati-hati, kuraih mouse-ku dan ... klik ...
“Salam sejahtera saudaraku, bagaimana khabar imanmu hari ini ...
Kebaikan apa yang sudah kau perbuat hari ini, sebanyak apa perbuatan dosamu hari ini ...”
Aku tersentak ... degub didada semakin keras, sedetik kemudian, ritmenya terus meningkat cepat. Kuhela nafas dalam-dalam untuk melegakan rongga dada yang serasa ditohok teramat keras hingga menyesakkan. Tiga pertanyaan awal dari “Rasulullah” itu membuatku menahan nafas sementara otakku berputar mencari dan memilih kata untuk siap-siap me-reply email tersebut. Barisan kalimat “Rasulullah” belum selesai, tapi rasanya terlalu berat untuk melanjutkannya. Antara takut dan penasaran bergelut hingga akhirnya kuputuskan untuk membacanya lagi.
“Cinta seorang ummat kepada Rasulnya, harus tercermin dalam setiap perilakunya. Tidak memilih tempat, waktu dan keadaan. Karena aku, akan selalu mencintai ummatku, tak kenal lelah. Masihkah kau mencintaiku hari ini?”
Air menetes membasahi pipiku, semakin kuteruskan membaca kalimat-kalimatnya, semakin deras air yang keluar dari sudut mataku.
“Pengorbanan seorang ummat terhadap agamanya, jangan pernah berhenti sebelum Allah menghendaki untuk berhenti. Dan kau tahu, kehendak untuk berhenti memberikan pengorbanan itu, biasanya seiring dengan perintah yang diberikan-Nya kepada Izrail untuk menghentikan semua aktifitas manusia. Sampai detik ini, pernahkah kau berkorban untuk Allah?”.
Kusorot ketengah halaman ....
“Sebagai Ayah, aku contohkan kepada ummatku untuk menyayangi anak-anak mereka dengan penuh kasih. Kuajari juga bagaimana mencintai istri-istri tanpa sedikit melukai perasaannya, sehingga kudapati istri-istriku teramat mencintaiku atas nama Allah. Aku tidak pernah merasakan memiliki orangtua seperti kebanyakan ummatku, tapi kepada orang-orang yang lebih tua, aku sangat menghormati, kepada yang muda, aku mencintai mereka. Sudahkah hari ini kau mencium mesra dan membelai lembut anak-anakmu seperti yang kulakukan terhadap Fatimah? Masihkah panggilan sayang dan hangat menghiasi hari-harimu bersama istrimu? Sudahkah juga kau menjadi pemimpin yang baik untuk keluargamu, seperti aku mencontohkannya langsung terhadap keluargaku?.
Satu hentakkan pagedown lagi ...
“Aku telah memberi contoh bagaimana berkasih sayang kepada sesama mukmin, bersikap arif dan bijak namun tegas kepada manusia dari golongan lainnya, termasuk menghormati keberadaan makhluk lain dimuka bumi. Saudaraku ...”
Cukup sudah. Aku tak lagi sanggup meneruskan rentetan kalimatnya hingga habis. Masih tersisa panjang isi email dari Rasulullah, namun baru yang sedikit ini saja, aku merasa tidak kuat. Aku tidak sanggup meneruskan semuanya karena sepertinya Rasulullah sangat tahu semua kesalahan dan kekuranganku, dan jika kulanjutkan hingga habis, yang pasti semuanya tentang aku, tentang semua kesalahan dan dosa-dosaku.
Kuhela nafas panjang berkali-kali, tapi justru semain sesak. Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, entah apa yang terjadi. Sudah tibakah waktuku? Padahal aku belum sempat me-reply email Rasulullah itu untuk memberitahukan kepada beliau bahwa aku tidak akan menjawab semua emailku dengan kata-kata. Karena aku yakin, Rasul lebih senang aku memperbaiki semua kesalahanku hari ini dan hari-hari sebelumnya, dari pada harus bermanis-manis mengumbar kata memikat hati, yang biasanya tak berketerusan dengan amal yang nyata.
Pandanganku kini benar-benar gelap, pekat sampai tak ada lagi yang bisa terlihat. Hingga ... nit... nit... alarm jam tanganku berbunyi. 00.00 WIB. Ah, kulirik komputerku, kosong, kucari-cari email dari Rasulullah di inbox-ku. Tidak ada. Astaghfirullaah, mungkinkah Rasulullah manusia mulia itu mau mengirimi ummatnya yang belum benar-benar mencintainya ini sebuah email? Ternyata aku hanya bermimpi, mungkin mimpi yang berangkat dari kerinduanku akan bertemu Rasul Allah. Tapi aku merasa berdosa telah bermimpi seperti ini. Tinggal kini, kumohon ampunan kepada Allah atas kelancangan mimpiku. Wallahu ‘a’lam bishshowaab

Wahai kakak ku, kenapakah lemah sungguh kaum hawa itu?
Asyik berteman tangis dan sendu saja...
Wahai adik ku...
Bukan wanita itu lemah karena tangis dan sendunya...
Tetapi di situlah wahai adikku, kekuatan bisa meleburkan ego lelaki...
Menjadi izzah yang paling gagah,
Bahkan lebih gagah dari egonya seorang lelaki...
Karena sendu rayunya..
Musa as terselamat dari kekejaman Fir'aun...
Duhai adikku, lembut wanita itu bukan lemah, tetapi senjata...
Namun kakak ku...
Wanita itu fitnah dunia,
Pernahkah adik ku dengar...
pesanan ilahi, pada hambaNya.
"Wahai lelaki-lelaki yang beriman... tundukkanlah pandangan mu dan tutuplah aurot mu..."
coba adik nilai, pada siapa Allah dahulukan pesanNya..?
pada hamba yang bergelar "Ar-Rijal"...
kerna andai si lelaki menjaga pandangan nya, maka tidak mungkin terlihat antara wanita yang menjadi fitnah pada dirinya...
Dan tidaklah Allah lupakan pesan buat para wanita,
agar memelihara aurat nya kerna di situlah kehormatannya...
bukan fitnah semata mata kalau Ar-Rijal dan An-Nisa' sama sama mematuhi pesan ilahi itu...
Sesungguhnya wanita yang beriman yang sholehah itu, lebih baik dari seribu lelaki sholeh..
Tapi kakakku, kenapa wanita itu jadi peragaan?
Tidakkah mereka merasa malu?
Wahai adikku sayang,
Al haya' (rasa malu) ada dalam setiap insan seiring dengan nafas insani...
dan Haya' itulah pakaian iman...
pada diri wanita itu indah al Haya' sebagai pembenteng diri...
Namun bila mana Al Haya' itu lebur, imannya runtuh...
Kenapa mereka merelakan diri menjadi peragaan?
Karena mereka sebenarnya paranoid, merasakan dirinya belum cukup menarik...
Mereka sebenarnya yang kalah dari segi psikologis...
Namun Adikku, Wanita sholehah itu pasti melindungi dirinya dari perbuatan murahan itu...
Wahai Adikku, 1001 keindahan penciptaan Wanita...
Pandai-pandailah menilainya...
antara permata dan debu-debu kilauan pasir...
Wahai Adikku, janganlah kau gusar tatkala tak ada lelaki yang hadir untuk memetikmu...
dan janganlah sekali kali kau rendahkan dirimu... Menggugurkan diri... Menyembah tanah...
Sedangkan Allah telah menjadikan engkau begitu tinggi martabatmu...

Duduk menadah muka, di terpa gelap malam nan dingin nya angin…
Mencoba mengambil kembali harapan yang telah tinggi,
Agar ku kubur saja, agar ia tak terus melayang di atas benak ku…
Agar ia tak lagi menghantui ku…
Cukup…!! Aku lelah selalu berharap hampa…
Aku bosan hanya duduk dan menunggu,
Harapan k uterus menari di atas benakku,
Aku ingin menelan nya, aku ingin memusnahkan nya…
Agar ia berhenti mengiming imingi diri ku…
Teman… lihat aku, lihat lah… jiwa yang tak pernah benar ini, yang selalu menorah luka di hati mu..
Yang tak patut untuk kau kirimkan senyum dan rindumu…
Teman… jika waktu bisa aku putar ke setahun silam…
Maka aku akan ubah semua sikap burukku, aku yang selalu membentak jika kau ingatkan…
Aku yang selalu memicingkan mata jika kau nasihati..
Dan aku yang menangis mengaduh jika kau marahi karna sebuah kesalahan ku…
Tak layak untuk kau rindukan…
Teman, tahukah kau apa harapan ku selama beberapa bulan terakhir ini…
Tahukah kau teman? Ah… bagimu mungkin ini hanya omong kosong… ini hanya gombal belaka…
Ini hanya puisi tak bermakna…
Bukan teman… sungguh bukan,… dengar dan rasakan apa yang ada dalam kata-kata ku ini…
Sungguh aku merindukan genggaman hangat tangan mu…
Aku rindu tatapan sejuk di matamu…
Aku rindu air mata indah yang mengalir karna suka duka yang kita pikul bersama…
Harapan ku… aku ingin menatap kalian satu persatu… satu tahun mungkin bukan waktu yang lama untuk berpisah…
Tapi teman, aku tak mampu membohongi hati, inilah yang kurasakan…
Aku merindukan kalian…
Inilah harapan yang selalu menghantui malam dan siangku…
Hanya ingin bertemu kalian, di hari ini, atau minggu ini, atau bulan ini, atau tahun ini,
Tapi, tak mudah bagiku hanya untuk bertemu kalian…
Bahkan aku lelah mengusahakan segala cara untuk bertemu kalian…
Ah sudah lah… aku hanya ingin mengirimkan seutas kata ini untuk kalian…
Aku berharap kalian mengerti ketidakhadiran ku di sisi kalian, hari ini, minggu ini atau bulan ini…
Uhibbukum fillah…
Jakarta... ketika medengar nama kota ini, yang ada dalam benak kita adalah bangunan bangunan mewah, megah. Orang-orang berjas rapih berbondong bondong ke kantor. Artis-artis terkenal semua ada di ibu kota ini. Para pemerintah yang mengatur rakyat, para mentri dan banyak hal besar lain yang terbesit dalam benak kita saat mendengar nya. Namun, juga terbesit dalam benak kita, jakarta kota sampah! Banjir selalu datang secara tiba-tiba, Jakarta kota nya para penghianat rakyat. yang hidup bergelimang harta namun rakyat nya mennangis menahan lapar dan dahaga. Ketika berjalan sediit saja di pinggiran kota ini, kau kan dapatkan banyak pengemis meminta santunan uang receh dari kita. Miris sekali keadaan kota ini. MACET! yaa, hal ini adalah suatu tradsi yang tak asing lagi. Sebenarnya dimana letak kesalahan kota ini sehingga menjadi kota yang begitu rusak dan terpuruk???