KAMMI Komisariat LIPIA: "tentang" 2 BUAH BOTOL air: Ini bukan kali pertama aku mengeluh, mungkin sudah keribuan kalinya. Mengeluh, kenapa hanya sedikit orang yang peka akan seruan i...
KAMMI Komisariat LIPIA: Mahasiswi Filipina Menjadi Peserta DM1 KAMMI LIPIA...: Hari kedua (sabtu) Dauroh Marhalah 1 KAMMI Komisariat LIPIA. Sedikit cerita, saya memang dikenal sebagai orang yang cuek, dan kurang pek...
Terdiam, kali ini aku diam
Tak mengerti harus bagaimana
Ingin meluapkan segala kecamuk rasa
Tapi aku hanya terdiam
Ingin sekejap saja menatap nya
Ingin pun berlari mengejarnya
Tapi semua hanya keinginan belaka
Aku
Tetap hanya terdiam
Tak mengerti harus bagaimana
Ingin meluapkan segala kecamuk rasa
Tapi aku hanya terdiam
Ingin sekejap saja menatap nya
Ingin pun berlari mengejarnya
Tapi semua hanya keinginan belaka
Aku
Tetap hanya terdiam
Biarkan pena ini menari
Biarkan ia di belenggu jemari
Menoreh tulisan rapi
Meluahkan kemelut hati
Biarlah diam ini ku kunci
Biarlah sepi ini ku nikmati
Sepi yang tak jua ku mengerti
Dan semakin hari
Seakan ia semakin mencekam
Merongrong ulu hati terdalam
Jikalau ia mampu menjeerit
Pecahlah kesunyian malam
Namun ia terkunci
Di dalam hati yang sunyi
Mengikat diri
Memaknai arti
Tentang sebuah cinta hakiki
Rasanya, baru semalam engkau belai kepala mungil ini.
Rasanya, baru semalam kau timang aku dalam dekapan mu.
Rasanya, baru semalam kau bacakan doa tidur untuk ku.
Ummi, mengapa begitu cepat waktu berlalu?
Saat jiwa dan raga ku belum sepenuhnya aku baktikan untuk mu.
Ummi, kenapa semua seperti mimpi?
Begitu cepat berlalu, hingga tak mungkin untuk kembali lagi.
Ummi, masih ku ingat senyum mu, saat engkau mulai melatih ku untuk berjalan,
melatih ku untuk bicara, mengajari ku cara berdoa dan sholat.
Ummi, begitu semangat nya engkau, tanpa lelah dan keluh kesah.
Kau tuntun aku ke sekolah,
Menjadi anak yang patuh dan pantang menyerah.
Ummi, ingatkah engkau, saat daku membantah mu?
Saat aku memaksakan kehendak ku, tanpa memikirkan perasaan mu.
Engkau selalu tenang menghadapi anak anak mu.
Mengarahkan kami, dengan lemah lembut belaian dan nasihat mu.
meski keluhan kami terus menerus menyerbu mu.
Namun engkau, tak kenal henti semangati anak-anak mu.
Ummi, jika jarak ku kini hanya 100 meter dari mu,
Ingin aku berlari, mendekap mu penuh kerinduan.
Ummi, kenangan indah bersama mu, tak mungkin sirna di terpa waktu.
Senyuman mu, belaian mu, nasihat mu, dan doa mu, bagai madu penyembuh duka ku.
Ummi, aku tahu... esok, lusa atau nanti, aku harus pergi...
Pergi membaktikan diri untuk seseorang yang nanti akan mengisi ruang hati ku.
Namun diri mu di hati ku, tak kan pernah tergantikan wahai Ummi...
Ummi, jika nanti beliau telah datang menjemput ku,
Restuilah aku dengan segala doa mu.
Mungkin nanti, waktu ku bersama mu akan tersita,
namun sayang dan kasih ku untuk mu, selamanya tak akan pernah sirna.
Ummi, suatu hari nanti..
kau akan lihat, anak mu ini...
Akan di panggil Ummi, dan dia akan menjadi seorang Ummi seperti mu...
Ummi, Abi, kami mencintai mu karna illahi robbi...
Allahumaghfirlana waliwaalidiina, warhamhuma, kamaa robbayaana shighooro... aamiin..
*puisi pertama, untuk Ummi dan Abi tercinta :)
Rasanya, baru semalam kau timang aku dalam dekapan mu.
Rasanya, baru semalam kau bacakan doa tidur untuk ku.
Ummi, mengapa begitu cepat waktu berlalu?
Saat jiwa dan raga ku belum sepenuhnya aku baktikan untuk mu.
Ummi, kenapa semua seperti mimpi?
Begitu cepat berlalu, hingga tak mungkin untuk kembali lagi.
Ummi, masih ku ingat senyum mu, saat engkau mulai melatih ku untuk berjalan,
melatih ku untuk bicara, mengajari ku cara berdoa dan sholat.
Ummi, begitu semangat nya engkau, tanpa lelah dan keluh kesah.
Kau tuntun aku ke sekolah,
Menjadi anak yang patuh dan pantang menyerah.
Ummi, ingatkah engkau, saat daku membantah mu?
Saat aku memaksakan kehendak ku, tanpa memikirkan perasaan mu.
Engkau selalu tenang menghadapi anak anak mu.
Mengarahkan kami, dengan lemah lembut belaian dan nasihat mu.
meski keluhan kami terus menerus menyerbu mu.
Namun engkau, tak kenal henti semangati anak-anak mu.
Ummi, jika jarak ku kini hanya 100 meter dari mu,
Ingin aku berlari, mendekap mu penuh kerinduan.
Ummi, kenangan indah bersama mu, tak mungkin sirna di terpa waktu.
Senyuman mu, belaian mu, nasihat mu, dan doa mu, bagai madu penyembuh duka ku.
Ummi, aku tahu... esok, lusa atau nanti, aku harus pergi...
Pergi membaktikan diri untuk seseorang yang nanti akan mengisi ruang hati ku.
Namun diri mu di hati ku, tak kan pernah tergantikan wahai Ummi...
Ummi, jika nanti beliau telah datang menjemput ku,
Restuilah aku dengan segala doa mu.
Mungkin nanti, waktu ku bersama mu akan tersita,
namun sayang dan kasih ku untuk mu, selamanya tak akan pernah sirna.
Ummi, suatu hari nanti..
kau akan lihat, anak mu ini...
Akan di panggil Ummi, dan dia akan menjadi seorang Ummi seperti mu...
Ummi, Abi, kami mencintai mu karna illahi robbi...
Allahumaghfirlana waliwaalidiina, warhamhuma, kamaa robbayaana shighooro... aamiin..
*puisi pertama, untuk Ummi dan Abi tercinta :)
Malam itu
rintik hujan terus membasahi kota metropolitan ini. Angin malam yang
berhembuspun sedikit menggigilkan telapak tangan. Namun serbuan air hujan tidak
surutkan semangat kami. Wajah-wajah sumringah penuh semangat dan cita-cita
besar untuk perubahan bangsa ini, wajah-wajah yang selalu menyinarkan sinar
keceriaan,, dan akan tetap bersinarkan ketulusan dalam perjuangan ini, insya
allah (aamiin).
Sekitar
pukul 21.30, atau kurang lebih nya seperti itu, (karna kebetulan saat itu saya
tidak melihat jam) Bis yang kami tumpangi mulai melaju menuju Wisma DPR RI
Cikopo, Bogor. Seperti biasa, kami akan selalu memulai segala pekerjaan dengan
bismillah dan doa. Agar apa yang akan kami kerjakan nanti tidak bernilai
sia-sia. Sang ketua Garuda Keadilan Jakarta pun mulai ambil alih aba-aba,
(dikira upacara kale -_-, ya intinya gitu dah) memandu kami berdoa, doa safar,
doa agar Allah mudahkan segala urusan kami, juga doa keselamatan, *kemudian
hening –berdoa-*. Di awal-awal perjalanan, masih terdengan candaan beberapa
pengurus dan korda, Pak Sopir tetap khusyu’ mengemudikan Bus, tapi beberapa
saat kemudian, hanya suara deru mesin mobil yang terdengar, beberapa dari kami
sudah agak memejamkan matanya, ada juga yang menerawang keluar jendela kaca
(mungkin dia penunjuk jalan) ada juga yang asyik menikmati alunan nasyid dari
headset Hp nya, ada juga yang di sibukkan dengan mensyen-mensyen di twitter
nya, *oopss, keceplosan, hehe* ada juga yang lagi kultwit tentang #cinta sob J … Lengkap deh!! Dan tentu nya ada
juga yang perhatikan kalian,, (penulis) kalau tidak saya perhatikan, mana
mungkin saya bisa membuat tulisan ini, oke setuju?? Lanjuut cerita….
Perjalanan
yang singkat, 1jam kemudian kami sudah tiba di lokasi, cukup kaget dengan
dingin nya udara di sana. Angin malam saat itu seolah olah menerobos masuk ke
persendian kami, tapi tetap tak mampu kalahkan hangat nya ukhuwah yang baru
beberapa saat terjalin… Kemudian kami di arahkan untuk segera menuju tempat
peristirahatan, karna agenda besok pagi sudah menunggu kami.
Itulah
malam pertama kebersamaan kami, mulai saling mengenal, saling bertanya asal,
saling bercerita sekolah, saling bersenda gurau ringan, dan masih banyak lagi.
Apa yang kami rasakan dalam hati, rasanya tidak mampu di gambarkan oleh apapun…
sangat hangat ukhuwah yang terikat J
**
Dingin
udara pagi fajar itu semakin menjadi, rasanya tetap bersembunyi di balik
selimut tebal adalah hal yang menghangatkan. Tapi tidak juga demikian, kami bergegas
bersiap siap menuju masjid, karna adzan shubuh sudah berkumandang. Masih gelap,
namun rasanya sudah sangat terang dengan cahaya yang terpancar dari wajah-wajah
kami J.
Tapak kaki kami menuju masjid, seolah memecah hening nya jalanan yang basah…
Usai
sholat, lanjut ma’tsurot, kemudian tilawah, yakin bahwa hari yang akan kami
lalui berkah J.
Hangat nya
suasana yang tercipta cukup mengalahkan dingin fajar hari itu, matahari pun
mulai menyingsing, menambah kehangatan di bumi Allah ini. Dan Abang Tukang
bubur ayam pun berlimpah rizkinya karna turut andil dalam melayani perut kami
yang lapar…
**
Usai sudah
kegiatan pribadi kami pagi ini. Melanjut ke agenda berikut nya, kami di arahkan
untuk segera menuju aula, dimana kami akan mengadakan MUKERWIL GKJakarta.
Singkat
cerita, MUKERWIL GKJakarta pun dimulai, Dari Bismillah, berlanjut tilawah,
kemudian prakata dari Ketua Pelaksana. Subhanallah!! Kata-katanya seperti
mengalir dari hatinya, cinta pada kami semata-mata karna kecintaan nya pada
Allah dan dakwah ini. Dan memang seharusnya seperti itu, cinta pada apapun,
harus dilandasi dengan cinta pada Sang Pemilik CInta… Tak kalah menyentuhnya,
sambutan dari UMMI kami, (aduh, maaf saya lupa nama beliau L), yang semakin mengobarkan semangat
juang kami, memberi arahan kebaikan untuk kami, agar kami semakin memperbaiki
diri, juga memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah lalu, juga agar kami
sadar bahwa betapa pentingnya peran kami dalam menuju target 1 besar di DKI
Jakarta!! ALLAHUAKBAR!!! Lagi-lagi hati kami tersulutkan semangat nya. Jaziilan
syukrii ummi J.
**
Melangkah
ke acara selanjutnya, ah… saya bingung menceritakan nya… intinya, kami mulai
agenda mukerwil kami. Mulai berdiskusi sesama Divisi. Korda-korda pun di beri
pengarahan oleh DPH, apa itu Garuda Keadila Jakarta, dimana di bentuk, untuk
apa di bentuk, mengapa di bentuk, kemana arah pergerakan nya, dan masih banyak
lagi. Singkat cerita, ba’da dzuhur kami mulai mendiskusikan seabrek
proker-proker yang sudah di godok secara matang oleh masing-masing Divisi
sebelumnya. Agaknya, sidang pleno ini sangat menguras tenaga kami, selain harus
berfikir yang terbaik keputusan apa yang akan di ambil, juga saling melontarkan
argument-argument terbaiknya. Lapar, penat, ngantuk, semua kami lawan.. Perdebatan
pun mulai mewarnai siding siang itu, tapi justru dalam perdebatan itulah kami
mendapat pelajaran berharga, berani berargumentasi di hadapan majelis. Kami di tuntut angkat bicara, karna tiap
anggota memiliki hak suara, entah menyampaikan pendapat nya, atau memberi
solusi dalam perdebatan-perdebatan pendapat di antara kami, atau juga sekedar
melontarkan lelucon-lelucon kecil, agar suasana tetap hangat dan cair J…
Alhasil,
siding pleno selesai saat matahari mulai condong ke timur, rintik gerimis pun
kembali menyapa sore kami. Wajah-wajah yang tadi pagi sumringah itu, agak nya
sudah sedikit memudar, mungkin karna kelelahan. Selang beberapa saat, beberapa
dari kami mulai meninggalkan ruang siding guna istirahat dan sholat maghrib.
Namun kami di kejutkan dengan keindahan senja saat itu, gerimis di
tengah-tengah sinar matahari senja, menimbulkan pelangi indah di sudut sana,
subhanallah!! Mungkinkah ini pertanda bahwa makhluk Allah yang lain di bumi ini
pun ikut mensupport agenda kita hari ini?? Wallahu a’lam. Husnudzin saja J. Kami pun tidak ingin menyiakan
momentum indah senja kali ini. Segera berpose, lalu mengabadikan nya di kamera
Handphone kami. (Narsis dikit lah,
hehe).
**
Sekitar
pukul 20.00 WIB (cerita di singkat lagi) kami sudah berkumpul kembali di aula,
guna men sah kan proker-proker yang sudah kami bahas tuntas seharian tadi. Kali
ini, suasana agak sunyi, mungkin sudah terlalu lelah dengan agenda siang tadi.
Tapi tetap saja ada beberapa ulah dan ceplosan kecil yang memecah gelak tawa di
antara kami. Lalu kami mulai berkonsentrasi pada hasil kesepakatan yang
terpampang di layar (layar apa? Layar itu lah pokok nya -_-). Al hasil, selesai
juga pengesahan priker mala mini, *ffiiuuuhh waktu nya menunaikan hak
mata* Alhamdulillah…
**
Ahad, 17
Maret 2013
(Singkat
cerita => lagi-lagi dan lagi cerita saya singkat, hahhaha)
Jam 11,
siang itu kami sudah mulai berkumpul lagi di aula, (saya gk cerita kegiatan di
luar aula ya?? Sory, udah pegel tangan
nya :D). Bersiap-siap untuk acara penutupan. Namun sebelum acara di tutup,
Ketua GKJ pun memberikan kesempatan pada kami untuk mengevaluasi kinerja kami
di acara tersebut, meski banyak kritikan yang masuk, namun sebenar nya itu
adalah bentuk support dari si pengkritik, yakin lah!! Usai evaluasi, kami di
beri waktu untuk makan siang dan sholat dzuhur, di samping itu, para pengurus
wilayah mengadakan evaluasi tertutup antara pengurus.
Sekitar jam
2 siang, penutupan pun akan segera di mulai, ah… agak nya ada rasa sedih yang
terselip dalam hati, rasanya masih ingin bercengkrama dengan kalian… 2 hari
sangat cukup untuk dapat menyayangi dan mencintai kalian, namun 2 hari sangat
kurang untuk menikmati keindahan dan kehangatan ukhuwah bersama kalian. Banyak
cerita, banyak tawa, banyak pelajaran, banyak kebaikan yang kita dapat dalam
acara ini. Alhamdulillah… terutama mendapatkan sahabat-sahabat sehebat dan
sehangat kalian lah yang wajib aku syukuri…
Ada dia
yang selalu tersenyum, sehingga setiap orang yang memandang nya akan senantiasa
berhusnudzon pada nya…
Ada dia
yang sangat supel, ada dia yang friendly, ada dia yang sangat “merangkul”…
Ada dia
yang sopan, Ada dia yang bijak, ada dia yang kocak, ada dia yang pendiam, ada
dia yang tidak pernah angkat bicara dalam forum besar namun selalu bicara pada
forum kecil nya sendiri, Ada dia yang pelupa dengan password di akun-akun
pribadi nya, ada dia yang sering nerfess, ada dia yang selalu berargument
dengat kalimat-kalimat intelek nya, dan tentu ada juga dia yang selalu
menyimpulkan orang lain dari sisi pandang nya sendiri (Penulis :D) .
LENGKAP
SEKALI!! :D
Inilah
hebatnya kita, saling melengkapi, saling ingatkan saat yang lain lupa, saling
membenarkan saat yang lain salah, saling membantu saat yang lain susah. Tak ada
alas an untuk tidak mencintai kalian lillahita’ala!!!
**
Lalu acara
di tutup, oleh Ketua Garuda Keadilan pusat. Gokil ya orang nya?? :D
Lalu chek
out dari Lokasi, lalu back to Jakarta…
(Di
paragraph terakhir, saya sudah kehabisan kata-kata yang sok puitis tapi agak
gak logis ini, seperti nya memang kurang rapih tulisan saya ini, masih
acak-acakan, masih butuh masukan kritikan dan saran)
Mohon maaf
kepada teman-teman sekalian, jika dalam tulisan saya ada kata-kata yang
menggores kenyamanan hati anda, tiada hal lain, ini hanyalah sedikit luapan
perasaan bahagia saya dapat mengenal kalian, terlihat agak lebay ya? Mohon
maaf, saya belum ahli dalam merangkai kata.
Semangat
berkarya teman teman J
Salam
Ukhuwah!!!
“Jalan
sama-sama, bukan sama-sama jalan ya…”

