Rumah Quran
Darut Tarbiyyah.
Bukan rumah
biasa,
atau
sekedar asrama,
Di rumah quran, semua ada.
Pagi-pagi saja sudah ku dengar ramai quran di
baca,
30 manusia
dalam rumah quran DaTa,
Semua dating
dari berbagai kota,
Sikap dan
sifat yang berbeda,
Membuat
hari-hari di sini penuh warna,
Tawa dan
canda yang sering hadir dalam suasana,
Namun tak
jarang, marah menerpa,
Dan di
situlah ukhuwah di coba,
Jika malam
tiba, maka rumah ini akan ramai tiada dua,
Muroja’ah,
menghafal, belajar dan sebagainya,
Aku mulai
merasa,
Tak ada
lingkungan lain yang lebih baik dari nya,
Di sini
ibadah tertata,
Ukhuwah terjaga,
Ya rabb,
trimakasih telah membawaku pada nya,
Aku
mencintai rumah quran dan seisinya ^^
Arti kata Bumerang dalam Wikipedia Bahasa Indonesia adalah senjata khas
suku Aborigin di Australia yang jika di lempar maka akan kembali lagi. Kindness
sendiri memiliki arti kebaikan. Jika Kindness adalah kebaikan, dan Boomerang
adalah alat yang jika dilemparkan ia akan kembali lagi, maka kindness boomerang
disini memiliki arti yang sangat dalam. Maksud nya tak lain adalah kebaikan-kebaikan
yang jika dilakukan oleh seseorang, niscaya kebaikan-kebaikan tersebut akan
kembali lagi kepada si pelaku kebaikan. Sebagaimana dalam Al Qur-an Allah telah
menegaskan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
sendiri” (QS 17:7)
Setiap kita tentu sudah sangat sering berbuat baik, bahkan sampai tidak
bisa terhitung lagi. Mulai dari kebaikan yang paling kecil, hingga kebaikan
yang berefek besar untuk orang lain utama nya.
Sejatinya, berbuat baik tidak sebatas melakukan kebaikan, namun ada hal
lain dibalik perbuatan itu sendiri. Lalu, apa hal lain yang ada dibalik
perbuatan baik itu?.
Beberapa kali penulis merasakan, saat sedang berbuat baik kepada orang
lain terutama orang yang tidak dikenal, seperti ada energi positif yang
mengalir ke dalam hati, kemudian menyetrum pembuluh-pembuluh dalam tubuh, dan
terekspresikan dengan senyuman indah dari wajah. Bukankah senyuman yang indah
menandakan kebahagiaan didalam diri seseorang? Ini sangat sesuai dengan konsep
hukum kekekalan energi, ada yang namanya energi positif dan energi negatif. Dan
setiap energi yang kita keluarkan (baik itu energi positif atau negatif) ini
tidak hilang, akan tetapi ia tersimpan dan pada kemudian hari akan kembali
kepada kita.
Tidak ada kesedihan di balik kebaikan yang dilakukan dengan tulus, yang
ada hanyalah kebahagiaan. Bukankah setiap kita mengharapkan kebahagiaan yang
terus mengalir setiap detik nya?
Banyak peluang berbuat kebaikan disekitar kita yang kerap kali terlupa,
bahkan terlantar alias terabaikan. Padahal, sekecil apapun kebaikan yang kita
lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Ibarat seperti sedang
berinvestasi. Kita juga sering menganggap remeh suatu kebaikan, padahal disisi
Allah sangat besar nilai nya. Tentu yang membuat suatu kebaikan itu bernilai
besar adalah niat kita dalam berbuat baik, dan juga keikhlasan serta ketulusan
mengharap ridho Nya. Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah sekali-kali kamu
menganggap remeh kebaikan sekecil apapun, meski hanya sekedar memberikan
senyuman kepada saudara mu” (HR. Muslim)
“Meski hanya memberikan senyuman”, subhanallah! Bukankah senyum adalah
pekerjaan yang sangat mudah dilakukan? Bayi pun sudah bisa melakukannya. Tapi
sayangnya senyum pun sering kali diabaikan. Padahal efek tersenyum bukan hanya
berimbas kebaikan kepada orang lain, tapi juga kepada diri kita sendiri. Inilah
salah satu contoh kebaikan kecil yang sering dilupakan.
Berbuat baik bukan pekerjaan para dewa, karena manusia biasa siapapun
dia tentu bisa melakukannya. Berbuat baik tidak harus menunggu menjadi orang
kaya, si miskin saja bisa ribuan kali berbuat baik sepanjang hidup nya.
Dari sinilah, kaula muda Generasi Kreatif ini mencoba berkreasi, tak
sekedar menciptakan sensasi, tapi juga mencoba mengingatkan kembali akan arti
kebaikan sejati.
Video KINDNESS BOOMERANG adalah hasil karya Generasi Kreatif, yang
dengan video ini mereka berharap mampu menginspirasi masyarakat terutama para
pemuda di negri ini. Video yang berdurasi 4 menit 15 detik ini juga berusaha
memaparkan akan estafet kebaikan, yang pada akhirnya kebaikan tersebut kembali
lagi kepada si pelaku kebaikan sebelum nya. Begitu simpel video ini, sehingga
mudah dimengerti dan tentu menginspirasi.
Video yang bermanfaat ini dapat anda saksikan di :
~ Afifah Nusaibah (@fifah_afifah_)
Aku terdiam dalam duduk ku
DI tepi sebuah danau yang membiru
Mentari senja mulai menyapa ku
Hangat, sehangat senyuman sahabat ku
Udara sejuk menyapa
Seorang anak perempuan di ujung sana
Berteman sebuah pena
Mulai melukis segala isi hatinya
Perlahan ia melangkah
Menyusuri jalanan yang basah
Menatap satu demi satu tapak nya melangkah
Dan yang ia dapati, hanya sepasang kaki
Yang saling melangkah menyaingi
Lagi ia mencari,
Mungkin ada sepasang kaki lain
Disisi kanan dan kiri
Terus ia mencari dan mencari
Namun matanya berbinar
Bukan binar cahaya
Melainkan airmata
Masih ia menatap
Dan hanya sepasang kaki yang melangkah
Tak ada pasang kaki kaki lain nya di sisinya
Dan butiran airmata pun tertumpah
Dari bola matanya yang syahdu
Terus ia melangkah
Meski sendiri, tanpa ada yang lain lagi di sisi...
Robbi, selalu iringi langkah ku ini...
~Masjid UI, 16 November 2013
"Pahit nya perpisahan, membuat ku sakit memikirkan nya"
Sejenak aku menatap malam
Yang tak nampak tepi ataupun hujung nya
Hanya keheningan, dan gemerlap bintang
yang aku rasakan
Dingin nya malam, menusuk sampai ke relung hati
Mungkin ada duri yang menelusup
Bersama hembusan perasaan
Perasaan sakit dan kekecewaan
Meski aku tahu
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Namun bukan perpisahan seperti ini yang menajdi harapan
Seakan menjauh
Menjauh dari diri yang lemah ini
Secuilpun masa-masa suka duka bersama
Seakan sudah tiada dalam ingatan nya
Aku mungkin kecewa
Atau aku trouma
Dan aku menyesalinya
Seakan aku berharap
Bersahabat saja aku seperti siang dan malam
Meski tak pernah bersua antara keduanya
Namun kedua nya melengkapi indah dunia
~Oktober in memoriam


