Alam adalah apa yang kita rasakan. Alam memberikan banyak
manfaat bagi manusia. Alam penuh dengan pesona dan keindahannya, keajaibanpun
tak surut dari alam. Lalu akan muncul sebuah pertanyaan, siapakah pencipta Alam
semesta? Mengapa alam ini diciptakan?
Jika dalam bahasa Inggris alam atau sains sama
sekali tidak berkaitan dengan God atau yang mereka sebut tuhan. Maka
berbeda dengan bahasa arab. Bahasa yang Rabb semesta alam ini turunkan dan
sebagai bahasa Al-Quran (kalam Allah). Didalam bahasa arab, ‘Alam/’Aalamiin
(alam semesta) penuh dengan hubungan nya terhadap ‘Aliim (Yang Maha
Mengetahui, (Allah)), ‘Alamaah (tanda-tanda), ‘Alim (orang yang
berilmu).
Allah menciptakan alam semesta, Allah menciptakan
tanda-tanda kekuasaan-Nya dimuka bumi ini, atau di alam semesta ini. Allah juga
menciptakan manusia dan memberikan petunjuk kepada yang Ia kehendaki untuk
menjadi orang yang berilmu dan mengaplikasikan ilmunya dengan baik dijalan Nya
yang benar, serta Allah maha mengetahui atas hamba-hamba-Nya tanpa terlewat
seujung kuku pun.
Dewasa kini, masyarakat dikenalkan dengan sebuah istilah
yang mampu merubah pola hidup bahkan pola pikir atau worldview mereka. Modern,
atau modernisasi mulai dikenal dikalangan masyarakat. Mirisnya, modern
diartikan sebagai istilah dimana tiap individu mulai hidup dengan gaya atau
style kekinian tanpa mengikutsertakan agama didalam kehidupannya. Maka semakin
jauh seseorang dari agama semakin pula ia dikatakan modern. Modernisasi akan
membawa kepada sekularisasi. Faham sekularisasi adalah membebaskan manusia dari
kungkungan agama kemudian kungkungan metafisika yang mengatur akal dan
bahasanya.
Sekularisasi dengan kata lain adalah berlepas diri
sepenuhnya dari agama. Menjauhkan diri dari simbol-simbol agama,
pemikiran-pemikiran agama, serta kewajiban-kewajiban agamanya. Ini adalah efek
dari berfikir secara sekularisme.
Seseorang yang jauh dari agama akan berpengaruh terhadap
sikap dan sifat kehidupannya juga mempengaruhi nya dalam menghadapi berbagai
persoalan kehidupan.
Lalu dimana letak hubungan sekularisme dan alam?
Seseorang yang telah
terjebak pada faham sekularisme akan menganggap penciptaan alam sama sekali
tidak ada kaitannya dengan Tuhan yang menciptakan alam atau bahkan dengan
dirinya sendiri. Seseorang yang terjebak faham sekularisasi akan merasa bahwa
kehidupannya terpisah dengan alam. Tak berkaitan. Perasaan ini akan memberikan
dampak tidak ada lagi kekaguman pada alam, tidak ada lagi kesyukuran atas apa
yang Tuhan ciptakan di alam semesta ini, tidak ada lagi rasa kepedulian
terhadap alam serta tidak ada lagi cinta terhadap alam itu sendiri.
Hingga jika alam dirusak ia tak akan menoleh untuk
perduli bahkan bisa jadi dirinya sendiri yang merusak keindahan alam.
Berbeda dengan seseorang yang jauh dari faham
sekularisme, seseorang yang patuh terhadap Rabb nya, seseorang yang taat
terhadap ajaran-ajaran agamanya. Lemah lembut serta kepedulian akan muncul dari
dalam dirinya. Sebagaimana dikatakan, bahwa islam adalah rahmatan lil alamin. Maka
dari sini, para muslim sejati akan mencerminkan bahwa islam adalah rahmatan lil
alamin melalui sikap dan sifat mereka.



0 komentar:
Posting Komentar