Sekularisasi, Akar Kerusakan Alam

by 05.59 0 komentar



            Alam adalah apa yang kita rasakan. Alam memberikan banyak manfaat bagi manusia. Alam penuh dengan pesona dan keindahannya, keajaibanpun tak surut dari alam. Lalu akan muncul sebuah pertanyaan, siapakah pencipta Alam semesta? Mengapa alam ini diciptakan?
            Jika dalam bahasa Inggris alam atau sains sama sekali tidak berkaitan dengan God atau yang mereka sebut tuhan. Maka berbeda dengan bahasa arab. Bahasa yang Rabb semesta alam ini turunkan dan sebagai bahasa Al-Quran (kalam Allah). Didalam bahasa arab, ‘Alam/’Aalamiin (alam semesta) penuh dengan hubungan nya terhadap ‘Aliim (Yang Maha Mengetahui, (Allah)), ‘Alamaah (tanda-tanda), ‘Alim (orang yang berilmu).
            Allah menciptakan alam semesta, Allah menciptakan tanda-tanda kekuasaan-Nya dimuka bumi ini, atau di alam semesta ini. Allah juga menciptakan manusia dan memberikan petunjuk kepada yang Ia kehendaki untuk menjadi orang yang berilmu dan mengaplikasikan ilmunya dengan baik dijalan Nya yang benar, serta Allah maha mengetahui atas hamba-hamba-Nya tanpa terlewat seujung kuku pun.
            Dewasa kini, masyarakat dikenalkan dengan sebuah istilah yang mampu merubah pola hidup bahkan pola pikir atau worldview mereka. Modern, atau modernisasi mulai dikenal dikalangan masyarakat. Mirisnya, modern diartikan sebagai istilah dimana tiap individu mulai hidup dengan gaya atau style kekinian tanpa mengikutsertakan agama didalam kehidupannya. Maka semakin jauh seseorang dari agama semakin pula ia dikatakan modern. Modernisasi akan membawa kepada sekularisasi. Faham sekularisasi adalah membebaskan manusia dari kungkungan agama kemudian kungkungan metafisika yang mengatur akal dan bahasanya.
            Sekularisasi dengan kata lain adalah berlepas diri sepenuhnya dari agama. Menjauhkan diri dari simbol-simbol agama, pemikiran-pemikiran agama, serta kewajiban-kewajiban agamanya. Ini adalah efek dari berfikir secara sekularisme.
            Seseorang yang jauh dari agama akan berpengaruh terhadap sikap dan sifat kehidupannya juga mempengaruhi nya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
            Lalu dimana letak hubungan sekularisme dan alam?
Seseorang yang telah terjebak pada faham sekularisme akan menganggap penciptaan alam sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tuhan yang menciptakan alam atau bahkan dengan dirinya sendiri. Seseorang yang terjebak faham sekularisasi akan merasa bahwa kehidupannya terpisah dengan alam. Tak berkaitan. Perasaan ini akan memberikan dampak tidak ada lagi kekaguman pada alam, tidak ada lagi kesyukuran atas apa yang Tuhan ciptakan di alam semesta ini, tidak ada lagi rasa kepedulian terhadap alam serta tidak ada lagi cinta terhadap alam itu sendiri.
            Hingga jika alam dirusak ia tak akan menoleh untuk perduli bahkan bisa jadi dirinya sendiri yang merusak keindahan alam.
            Berbeda dengan seseorang yang jauh dari faham sekularisme, seseorang yang patuh terhadap Rabb nya, seseorang yang taat terhadap ajaran-ajaran agamanya. Lemah lembut serta kepedulian akan muncul dari dalam dirinya. Sebagaimana dikatakan, bahwa islam adalah rahmatan lil alamin. Maka dari sini, para muslim sejati akan mencerminkan bahwa islam adalah rahmatan lil alamin melalui sikap dan sifat mereka.

afifah Nusaibah fifah

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar